2013/04/19

Peran Umat Islam dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab (Masyarakat Madani)"



Masyarakat Madani atau masyarakat beradab adalah   suatu kelompok individu dalam satu wilayah tertentu yang mendapatkan keadilan dan keseimbangan dalam hal kesejahteraan kehidupan sesuai dengan fitrah manusia sebagai hamba Allah SWT yang mempunyai kewajiban dan amanah dari Allah SWT untuk menegakan keadilan dengan hukum yang berlaku di negara nya. Selain itu adanya perbedaan suku, ras, keturunan, etnis dll, tidak menjadikan perbedaan menjadi masalah dalam kehidupan bermasyarakat.
Masyarakat  madani pada hakikatnya adalah reformasi terhadap segala praktik yg merendahkan nilai-nilai   manusia.Masyarakat madani yg dideklarasikan oleh nabi adalah merupakan reformasi terhadap masyarakat  Jahilliyah.seperti yg diketahui bahwa masyarakat jahilliyah adaalah masyarakat yg mempraktikkan ketidakadilan dan pengingkaran terhadap harkat dan martabat kemanusiaan.Praktik penindasan dikakukan secara sistematis terhadap orang miskin dan merupakan suatu hal yg biasa dilakukan.
Merujuk pada prinsip-prinsip masyarakat Madani atau masyarakat beradab dan sejahtera,maka perlu adanya unsur-unsur sikap Keadilan,Supremasi hukum,Persaamaan(Egalitarianisme),Pluralisme(Kemajemukan),dan Pengawasan sosial.
Berikut adalah beberapa riwayat  yang mendukung prinsip-prinsip masyarakat madani yang terkandung  dalam AL-Qur’an dan Al- hadist,

1.Keadilan
Dalam islam sudah diterangkan dalam al-Qur’an dan Al- hadistnya tentang aspek kehidupan dalam bermasyarakat,seperti pada QS.AL-Takaatsur ayat 1-8 dan QS.AL-Humazah ayat 1-9 yang menjelaskan tentang para pengumpat dan pencela yg mengumpulkan harta benda dan  menghitung hitungnya ,ia mengira bahwa hartanya akan mengekalkannya.
2.Supremasi Hukum
QS.An-nisaa ayat 58 dan QS.AL-Maai’dah ayat 8 yang menerangkan tentang hukum islam,pentingnya berlaku adil terhadap siapapun tanpa pandang bulu,bahkan terhadaap orang yang membenci kita sekalipun,kit harus berlaku adil,karena sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa-apa yang kita kerjakan.


3.Egalitarianisme(persamaan)
al-Qur’an dan Al- hadistnya QS.AL-Hujuraat ayat 13 yang menerangkan bahwa sesungguhnya manusia diciptakan dari jenisnya laki-laki dan perempuan,bersuku-suku,berbangsa-bangsa agar kalian saling mengenal satu sama lain.
Tentunya perbedaan itu harusnya  menjadi warna tersendiri ,sehingga bisa terjadi  suatu Egalitarianisme bukan sebaliknya.
4.Pluralisme(kemajemukan)
Kesadaran Pluralisme itu harusnya diwujudkan untuk bersikap toleran dan saling menghormati diantara sesama anggota yang berbeda baik berbeda dalam hal etnis,suku bangsa,maupun agama.Sikap toleran dan saling menghormati itu dinyatakan seperti dalam AL Qur’an,antara lain QS.Yunus ayat 99,QS.AL-An’aam ayat108.
5.Pengawasan sosial
Keterbukaan itu sebagai konsekuensi logis dari pandangan positif  dan optimis terhadap manusia,bahwa manusia pada dasarnya adalah baik,oleh karena manusia secara fitrah baik dan suci,maka kejahatan yang dilakukan bukan karena sifat dalam dirinya,akan tetapi lebih disebabkan oleh faktor-faktor luar yang mempengaruhinya.Seperti kandungan pada QS.AL-A’raaf ayat 172,QS.Ar-ruum ayat 30,QS.Al’ashr ayat 1-3.

                        Demikian pandangan saya mengenai peran umat islam dalam mewujudkan masyarakat yang beradab dan sejahtera.terima kasih.www.ut.ac.id

Fenomena Dekadensi Moral di Era Globalisasi





Dekadensi moral adalah peristiwa  yang melanda umat manusia(islam),.  Peradaban barat yang menyuarakan kebebasan telah mengalami kerusakan moral yang luar biasa. Ironisnya budaya barat yang sudah mengalami kerusakan moral itu mereka sebarkan ke negeri-negeri muslim. Akibatnya, budaya lokal masyarakat muslim terkontaminasi dengan budaya barat, dan pada akhirnya budaya lokal mengalami kegoncangan dan semakin dekat dengan gaya hidup barat. Dan Indonesia adalah salah satu korbannya.Melihat perkembangan terakhir umat Islam di Indonesia tergambar dengan jelas betapa merosotnya akhlak sebagian umat Islam. Dekadensi moral terjadi terutama di kalangan remaja. Sementara pembendungannya masih berlarut-larut dan dengan konsep yang tidak jelas. Rusaknya moral umat tidak terlepas dari upaya jahat dari pihak luar umat yang dengan sengaja menebarkan berbagai penyakit moral dan konsepsi agar umat goyah dan berikutnya tumbang. Sehingga yang tadinya mayoritas menjadi minoritas dalam kualitas. Keadaan semakin buruk ketika pihak aparat terlibat dan melemahnya peran ulama dan tokoh masyarakat.

Generasi muda sekarang sudah tercengkeram fenomena pergaulan bebas . Gaya hidup seperti ini sebenarnya sangat jauh dari nilai-nilai Islam dan budaya Indonesia. Namun karena ada kalangan tertentu yang ingin merusak moral bangsa, maka lambat laun generasi muda kita akhirnya terjebak juga. Dalam hal ini, peran media sangatlah besar, baik media cetak maupun elektronik. Coba kita lihat tayangan televisi yang bertema dunia sekolah, bukannya mengajak anak-anak Indonesia untuk rajin belajar, film-film yang ada malah mengajak mereka untuk berpacaran, hura-hura dan bergaul bebas. Imbasnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak Indonesia, dari masyarakat kota sampai masyarakat desa. Akibatnya mereka mengalami kemerosotan moral yang cukup signifikan.



Kaum perempuan terseret jauh kepada peradaban Barat dengan slogan kebebasan dan feminisme yang berakibat kepada rusaknya moral mereka, maka tak jarang mereka menjadi sasaran eksploitasi. Dengan dalih kebebasan berekspresi, setiap inci tubuh perempuan dijadikan komoditi. Membuka aurat, bahkan sampai adegan berzina pun dilakoni, asal mendatangkan materi. Aurat perempuan dilombakan dan dinilai, mana yang paling mendatangkan ‘hoki’. Anehnya, dengan penuh kesadaran, kaum perempuan antri minta diekploitasi; bahkan semakin hari kian menggila. Untuk mengatasi kerusakan moral yang sudah kronis seperti ini, Islam mempunyai solusi tepat untuk dapat mengurangi dan meredakan hal itu. Konsep Islam yang mengajarkan akhlak al-karimah adalah satu hal yang ampuh dalam mengatasi kerusakan moral. Bahkan Rasulullah SAW mengatakan bahwa dirinya diutus untuk menyempurnakan akhlak.

DALIL-DALIL NAQLI
Firman allah swt :

1.      QS. ALI-IMRAM AYAT 160
Artinya : Sesunggguhnya dalam penciptaan langit-langit dan bumi-bumi dan silih bergantinya malam dan siang trdapat tanda-tanda dari orang-orang yang berakhlak.

2.      QS. SAD AYAT 46
Sesunggguh nya kami telah mensucikan mereka dengan menganugerahkan kepada mereka akhlak yang tinggi yaitu selalau mengingatkan mereka (manusia) kepada negeri akhirat.

3.      QS. YASIN AYAT 60
Bukankah aku telah memerintahkan kepada mu hai bani adam supaya kamu tidak menyembah syaithon? Sesungguh nya syaithon itu musuh yang nyata bagi kamu

4.      QS ANNISA AYAT 114
Tidak ada kebaikan dari banyak mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah.

5.      QS AL-ANFAL AYAT 2 DAN 4
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah orang yang bila disebut nama allah gemetar hatinya dan apabila dibacaka ayat-ayatNya kepada mereka bertambah kuat iman merka dan hanya kepada allahlah mereka bertawakal.
Ayat 4
Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat tinggi disissi Tunan nya dan ampunan serta rezeki nikmat yang mulia.

6.      QS AT-TAUBAH AYAT 111
Sesungguhnya allah telah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka . Mereka berperang dijalan allah sehingga mereka membunuh atau terbunuh sebagai janji yang benar dari allah di dalam  taurat, injil, dan al-quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain allah maka bergembiralah dengan jual-beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung.

ROSULLAH BERSABDA
v  Sesungguhnya aku Muhammmad saw tidak di utus melaikan untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.

v  Ketahuilah kamu di dalam manusia terdapat segumpal darah. Apabila baik maka baik lah keseluruhan segala perbuatannya dan apabila buruk maka buruk lah keseluruhannya ketahuilah kamu bahawa ia adalah hati.

v  Sesungguhnya allah tidak melihat  dari rupa atau paras kamu dan tidak kepada tubuh badaan kamu dan sesungguh nya allah telah melihat kepada hati kamu dan segala amalan kamu yang  berlandaskan keiklasan hati

v  Seseorang itu tidak beriman sehinggalah ia mengasihi terhadap saudaranya seperti mana dia kasih terhadap diri nya sendiri (Riwayat bukhari  dan muslim)